Desember 13, 2018

Zimbabwe Menjadi Rusuh dan Mencekam Setelah Pemilu Presiden

Zimbabwe Menjadi Rusuh dan Mencekam Setelah Pemilu Presiden

informasiberita – Zimbabwe Menjadi Rusuh dan Mencekam Setelah Pemilu Presiden—Militer Zimbabwe memerintahkan para pemilik toko untuk menutup tokonya dan meninggalkan Ibu Kota Harare hari ini. Kabar itu disampaikan dua pemilik toko kepada wartawan, sehari setelah tiga orang tewas dibunuh tentara ketika terjadi kerusuhan usai pemilu dua hari lalu.

Dilansir dari laman Reuters, Kamis (2/8), pendukung oposisi turun ke jalan memprotes KPU yang menunda pengumuman hasil pemenang pemilu presiden. Mereka menuding pemilu dicurangi untuk kemenangan Presiden Emmerson Mnangagwa yang didukung partai berkuasa, ZANU-PF.

Pemilu kali ini adalah yang pertama sejak Presiden Robert Mugabe mundur setelah berkuasa hampir 40 tahun.

Suara rentetan senjata otomatis terdengar di jalanan Harare kemarin ketika tentara berusaha membubarkan para pengunjuk rasa yang bentrok dengan polisi.

 

Zimbabwe Menjadi Rusuh dan Mencekam Setelah Pemilu Presiden

Image result for Zimbabwe

Pemimpin oposisi dari Gerakan Perubahan Demokratik (MDC), Nelson Chamisa, mengatakan dalam akun Twitternya, dia sudah memenangkan ‘suara populer’ dengan mengalahkan kandidat dari pengganti Mugabe, Emmerson Mnangagwa yang memimpin partai berkuasa, Zanu-PF.

Pendukung oposisi membakar ban di pusat kota Harare dan menutup jalan. Polisi berusaha membubarkan massa dengan menembakkan meriam air.

Tentara kemudian tiba di lokasi dan mengerahkan sejumlah pasukan bersenjata lengkap. Helikopter militer juga mewarnai langit Harare.

Komisi Pemilihan Umum mengatakan akan mengumumkan hasil pemilu pemilihan presiden kemarin tapi kemudian ditunda dengan mendahulukan hasil pemilu parlemen.

Pemimpin oposisi Chamisa menuduh ZANU-PF merampok hasil pemilu. Dia menuding KPU merilis hasil pemilu parlemen lebih dulu untuk menyiapkan kemenangan Mnangagwa.

“Strategi ini berarti untuk menyiapkan mental rakyat Zimbabwe atas hasil pemilihan presiden yang dipalsukan,” kata Chamisa di Twitter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *