Desember 13, 2018

Sanksi Baru AS ke Korea Utara Dihadang Rusia dan China

Sanksi Baru AS ke Korea Utara Dihadang Rusia dan China

informasiberita – Sanksi Baru AS ke Korea Utara Dihadang Rusia dan China—Rusia dan China, pada Kamis 9 Agustus 2018, menghadang usaha Amerika Serikat menjatuhkan sanksi PBB terbaru terkait Korea Utara.

Dalam sanksi teranyar yang diusulkan, AS menambahkan sebuah bank Rusia, seorang pejabat Koraa Utara dan dua perusahaan Korea Utara dalam daftar sanksi DK PBB.

Para diplomat mengatakan, pekan lalu, AS meminta Komite Sanksi PBB untuk membekukan aset-aset Agrosoyuz Commercial Bank yang dituduh membantu Korea Utara menghindari sanksi-sanksi PBB yang menyangkut transaksi keuangan.

Proposal sanksi AS itu juga menyasar Ri Jong-won, wakil kepala Bank Perdagangan Luar Negeri Korea Utara dan dua buah perusahaan cangkang Korea Utara.

Utusan Rusia di PBB menyatakan ragu, sementara China menyatakan keberatan atas sanksi-sanksi. Terkait Korea Utara yang diajukan AS lewat Komite Sanksi PBB itu.

Permintaan penjatuhan sanksi baru dari AS itu menyusul keputusan Kementerian Keuangan Amerika Serikat. Untuk mengenakan sanksi secara unilateral terhadap bank Rusia tadi, pejabat Korea Utara dan dua perusahaan cangkang negara itu.

 

Rusia dan China Minta PBB Melonggarkan Sanksi Kepada Korea Utara

Image result for rapat pbb

Rusia dan China sebaliknya menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB. Supaya melonggarkan sanksi-sanksi terhadap Korea Utara. Karena Pyongyang telah bersedia membuka dialog dengan AS dan menghentikan percobaan-percobaan rudalnya.

Tapi pemerintah Presiden Trump menyerukan supaya tekanan maksimum. Atas Korea Utara terus dipertahankan sampai negara itu sepenuhnya membongkar semua fasilitas nuklir dan rudal balistiknya.

Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dalam sebuah wawancara dengan Fox News Channel. Selasa 7 Agustus, mengatakan bahwa AS akan terus menerapkan tekanan ekonomi sampai Pyongyang menghasilkan bukti komitmennya. “Rencana bahwa kami akan mengendurkan sanksi tidak lebih dari pernyataan Korea Utara. Di mana saya pikir bukanlah hal utama yang dipertimbangkan dalam kondisi seperti sekarang ini,”katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *