Oktober 24, 2018

Gelombang Panas Mematikan Akan Kembali Menghantam India

Gelombang Panas Mematikan Akan Kembali Menghantam India

informasiberita – Gelombang Panas Mematikan Akan Kembali Menghantam India—Gelombang panas seperti yang pernah terjadi pada tahun 2015 lalu dan menewaskan hampir 2.500 orang. Gelombang panas yang mematikan ini diduga akan kembali menghantam India.

Perubahan iklim diperkirakan akan menaikkan suhu lebih tinggi 2 derajat celcius.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Laporan tersebut dirilis oleh Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC).

Bunyinya alarm peningkat suhu, memperingatkan bahwa suhu rata-rata global telah meningkat 1,5 derajat celcius.

“Pemanasan global kemungkinan akan mencapai 1,5 derajat celcius (di atas tingkat pra-industri) antara 2030 dan 2052 jika terus meningkat pada derajat yang sama,” demikian isi laporan tersebut yang dilansir dari Times of India.

Dibagian benua India, laporan IPCC secara khusus menyebutkan kolkata dan Karachi merupakan salah satu dari kota yang dapat menghadapi ancaman gelombang panas yang meningkat.

“Karachi dan Kolkata dapat mengalami kondisi tahunan yang sama dengan gelombang panas tahun 2015 yang mematikan. Perubahan iklim secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan kematian yang disebabkan peningkatan panas,” katanya.

“Sekarang secara ilmiah pemanasan global dapat memperngaruhi kesehatan manusia, menyebabkan jutaan nyawa hilang,” kata penulis laporan Arthur Wyns dari Climate Tracker.

Menurut laporan kesehatan IPCC yang disusun oleh para ahli dari Washington, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pelacak iklim. India dan Pakistan menjadi daerah dengan dampak terburuk dalam peningkatan suhu 2 derajat celcius.

Kemiskinan diperkirakan meningkat dengan meningkatnya pemanasan global. Harga pangan yang lebih tinggi, kehilangan pendapatan, hilangnya mata pencaharian, kesehatan memburuk dan perpindahan penduduk.

India memancarkan hampir 929 juta ton CO2 dalam fiskal terakhir dari sektor tenaga panas saja. Yang menyumbang 79% dari pembangkit listrik negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *